SUARAKRITIK.COM-Dumai, 13 Mei 2026– PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang WSO Indonesia Safety Culture Awards 2026 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta pada Jumat (8/5).
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Chairman WSO Indonesia, Soehatman Ramli kepada PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, yang diwakili oleh Section Head Safety RU II Dumai, Irwan E. Hutagalung, tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang konsisten dan berkelanjutan di lingkungan operasional kilang serta menjadikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam menjalankan seluruh aktivitas operasional perusahaan.

Penghargaan dengan predikat Platinum tersebut merupakan kategori tertinggi dalam penilaian budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diberikan kepada perusahaan dengan tingkat kematangan budaya keselamatan pada level Generatif. Penilaian tersebut mencerminkan bahwa penerapan aspek K3 telah berjalan secara konsisten, terintegrasi, dan menjadi bagian dari budaya kerja di seluruh lini organisasi.

Soehatman Ramli dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Awards bukanlah ajang kompetisi, melainkan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berhasil mengimplementasikan budaya keselamatan secara berkelanjutan. “Perusahaan yang meraih predikat Platinum menunjukkan bahwa budaya keselamatan telah tertanam kuat dalam organisasi dan menjadi bagian dari cara kerja perusahaan,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menjadikan aspek HSSE sebagai fondasi utama atau fundamental dalam menjalankan seluruh kegiatan operasional dan bisnis Perusahaan yang tidak dapat ditawar. Hal tersebut tidak hanya tegas diterapkan di unit operasi Dumai, namun juga di unit operasi Sungai Pakning serta Pangkalan Brandan di Sumatera Utara meskipun kilang saat ini telah bertatus “idle” atau tidak beroperasi. Langkah tersebut menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja, aset, lingkungan, dan keberlanjutan operasional.

Komitmen tersebut juga semakin diperkuat dengan penerapan sistem manajemen HSSE yang terintegrasi yang dijalankan dengan prinsip Plan–Do–Check–Action (PDCA), mulai dari identifikasi risiko, penguatan pengawasan kerja, audit berkala, hingga evaluasi berkelanjutan guna memastikan seluruh proses operasional berjalan aman, andal, dan sesuai standar HSSE perusahaan.
Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Syahrial Okzani mengatakan apresiasi tertinggi bagi seluruh pekerja dan mitra kerja yang selama ini konsisten mematuhi aspek HSSE dalam menjalankan pekerjaan. “Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh pekerja dan mitra kerja yang selama ini konsisten mematuhi aspek HSSE dalam menjalankan pekerjaan. Sebesar apa pun target produksi, efisiensi, maupun tuntutan kecepatan operasional, keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ujar Syahrial.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat kualitas pengelolaan HSSE agar semakin unggul, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan operasional di masa mendatang.
Selain penguatan sistem manajemen, perusahaan juga secara konsisten terus membangun awareness budaya keselamatan melalui berbagai program edukasi HSSE sebagai reflektif bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan perusahaan, tidak hanya pekerja, namun juga kontraktor dan mitra kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemasangan safety campaign di seluruh area kerja, pelaksanaan Bulan K3 Nasional, implementasi HSSE Golden Rules “Patuhi, Intervensi, dan Peduli (PIP)”, serta penerapan slogan Personal Risk Assessment BETUAH (Berpikir Risiko, Tindakan dan Usaha Keselamatan, Aman dan Hati-hati) di lingkungan kerja.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum menegaskan bahwa Perusahaan terus menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjalankan operasional dan bisnis perusahaan. Selain itu, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai juga menerapkan Stop Work Authority (SWA), yakni hak dan kewajiban setiap pekerja, kontraktor, maupun mitra kerja untuk menghentikan pekerjaan apabila berpotensi menimbulkan cedera, kerusakan aset, maupun dampak terhadap lingkungan.
“Tidak ada target yang lebih penting dari keselamatan. Komitmen terhadap HSSE menjadi nilai utama yang terus Kilang RU II Dumai jaga dan diperkuat untuk mewujudkan operasional yang selamat, andal, dan berkelanjutan demi menjaga keberlanjutan energi nasional,” pungkas Muhammad Rum.











